Wonderful Life Ajarkan Ibu Bagaimana Menjadi Sahabat Anak Disleksia

wonderful

Produser dan pemain film Wonderful Life saat konferensi pers di Surabaya beberapa waktu lalu. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – Semua anak terlahir sempurna, itulah pesan singkat namun penuh makna yang ditulis di akhir bagian film Wonderful Life yang dibintangi Atiqah Hasiholan  sebagai Amalia dan Sinyo sebagai Aqil di film bergenre keluarga ini.

Film yang menceritakan perjuangan Seorang Ibu membesarkan Anaknya yang menderita Disleksia di tengah tuntutan pekerjaan agar terleselesaikan dengan sempurna ini sungguh menyentuh hati sebagian penonton yang diundang untuk melihat pemutaran perdana film karya kolaborasi Tiga produser yakni Angga Dwimas Sasongko, Handoko Hendroyono dan Rio Dewanto.

Wonderful life yang diangkat dari kisah nyata dan di sutradarai Agus Makkie ini memberikan kisah inspiratif bagi Perempuan Indonesia, mengenai bagaimana perempuan perfeksionis masih mempercayai hal tahayul demi mengobati penyakit sang Anak. Namun akhirnya Ibu tersebut menyadari bahwa yang  perlu disembuhkan bukanlah sang Anak yang menderita disleksia, melainkan Ibunya sendiri dan keluarganya. Karena Anak yang mempunyai disleksia merupakan Anak yang bahagia di Dunianya sendiri sehingga tidak perlu dihilangkan, tapi di dukung  kebahagiannya.

“Film yang menggambarkan kesulitan dan kesedihan seorang Ibu mengobati Anak Disleksia ini sebenarnya dapat menginspirasi Perempuan lain, bagaimana menghadapi Anak Disleksia bukan sebagai musuh melainkan sebagai teman dan sahabatnya”, ujar Handoo Hendroyono.

Bagi Atiqah Hasiholan yang mendapat peran ibu untuk Kedua kalinya ini sangat senang dengan skenario Wonderful Life karena dirinya mengetahui bagaimana caranya menjadi seorang kawan dan sahabat bagi Anak Disleksia yang Dunianya penuh kebahagiaan dan keceriaan.

“Sebenarnya Disleksia atau anak berkebutuhan khusus bagi seorang Ibu merupakan ujian berat tapi sebenarnya itu tidak perlu disembuhkan tapi bagaimana Orang Tua itu menjadi teman setia bagi Anak tersebut agar selalu bahagia bukan menjadi Orang Tua yang ignoran karena kesibukan pekerjaan”,kata Atiqah Hasiholan.

Jadi Sobat yang mempunyai Anak Disleksia sebaiknya menonton film ini karena penuh pesan yang bisa diaplikasikan bagaimana menghadapi Anak berkebutuhan khusus. (NE)