Watimin Jalan Kaki Keliling Indonesia Ingin Hukum Jadi Panglima

Watimin membawa bendera Merah Putih keliling dari Aceh sampai Merauke sebagai wujud kecintaannya pada Indonesia. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – Sebagai wujud kecintaannya pada Indonesia, seorang Pria asal Cilacap Jawa Tengah, melakukan aksi berjalan kaki dari Aceh sampai Merauke. Dan ini juga merupakan bentuk kritikan Watimin kepada sistem pemerintahan yang kacau.

Watimin (35 Tahun) berjalan kaki dari Aceh sejak 2016. Membawa bekal seadanya serta poster bergambar Pancasila, NKRI Harga Mati dibelakang tas ranselnya dan bendera Merah Putih. Pria single ini menjadi perhatian pengguna jalan.

Dirinya mengakui, aksi berjalan kaki dari Aceh sampai Merauke ini sering dianggap gila oleh masyarakat yang melihatnya, apalagi ketika hujan turun, Watimin terus berjalan dan tak mendengarkan cemooh orang lain, tapi itu adalah sebuah rintangan yang harus dilaluinya sebagai wujud cinta tanah air, serta kritikan kepada sistem hukum yang tak adil dan maraknya aksi intoleransi di Indonesia.

“Ini dari hati Saya sendiri, soalnya saya menunjukkan bahwa Saya melihat keadaan pemuda generasi sekarang ini menyedihkan. Generasi Indonesia  sekarang pada tawuran kek, narkoba. Saya pengennya gak usah gitulah. Dibilang merdeka tapi belum merdeka, keadilan belum adil”, ujar Watimin ketika ditemui media ini di kawasan Ahmad Yani Surabaya.

Membawa bekal seadanya  yang didapatkan dari Pemerintah daerah Cilacap dan memakai sandal jepit yang setia menemani langkahnya keliling Indonesia. Watimin berharap warga Indonesia kembali harmonis dan hukum menjadi Panglima di Negara ini tanpa melihat siapapun orangnya.

“Kita pakai hukum, dan hukum menjadi Panglima kembali di Indonesia”, pungkasnya. (NE)