Wanita Tak Menyusui Rawan Terkena Kanker Payudara

dr. Dwirani Rosmala, Sp. B saat memberikan seminar bahaya kanker payudara dalam acara Woman and Cancer. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – Wanita yang tak menyusui beresiko tinggi terkena kanker payudara, khususnya ibu muda yang lebih mengandalkan susu botol dibandingkan ASI. Hal ini diungkapkan oleh dr. Dwirani Rosmala,Sp. B. spesialis bedah rumah sakit Onkologi Surabaya dalam acara Woman and Cancer yang digelar Surabaya Skin Centre. Minggu (04/03/2018).

“Resikonya lebih tinggi, karena apa? Karena payudara kita itu. Kalau kita menyusui dia sel-selnya berkembang menjadi sel payudara yang sehat yang dewasa yang agak sulit untuk berubah, kanker itu sebenarnya sel normal berubah menjadi tidak normal, kalau kita menyusui kecenderungan dia (sel) untuk berubah itu menjadi lebih rendah, jadi sebaiknya memang menyusui. Makanya  dianjurkan kepada anak muda terutama kalau dia jadi ibu kalau bisa menyusui”, jelas dr. Dwirani Rosmala,Sp. B.

Penyebab kanker payudara selama ini belum ditemukan, namun kanker tersebut bisa ditemukan sejak dini dengan cara pencegahan sekunder yakni rajin melakukan pemeriksaan  payudara sendiri dengan cara melihat dan diraba sehingga kalau ada sesuatu yang salah di payudaranya agar cepat periksa ke dokter.  selain itu pencegahan bisa dilakukan dengan berolah raga dan makan sayuran serta buah segar. Sehingga biaya pengobatan bagi penyakit mematikan nomer Dua bagi Perempuan Indonesia ini tidak terlalu mahal dan dapat sembuh total.

“Pencegahan sekunder itu artinya kalau kita menemukan dia (kanker) dini, In Sha Allah pengobatannya menjadi jauh lebih mudah dan murah kesembuhannya itu bisa 100%”, tambah Dwirani.

Pencegahan sekunder merupakan langkah mudah  mendeteksi kanker payudara stadium 0 sampai stadium 1 guna menentukan ukuran tumor dan penyebaran sel kanker sehingga penanganan Keempat dari Lima terapi modelitas tidak diperlukan  untuk penyembuhan.

Kelima terapi tersebut adalah operasi agar sumber kanker dapat diangkat seluruhnya, kemudian kemoterapi, dilanjutkan radiasi serta terapi hormonal dan terapi target. Tetapi bila kanker payudara dapat ditemukan dengan pencegahan sekunder maka payudara  tersebut tidak perlu dihilangkan.

“Tetapi kalau kita menemukan dia dini mungkin kita tidak perlu Kemoterapi, yang orang paling takutkan itu adalah kemo yang katanya rambutnya rontoklah , yang mual, karena efek berat dari kemo menurut beberapa pasien”, tambah dokter cantik berjilbab ini. (NE)