TNI AL Dukung Driver Online Berantas Teroris

TNI AL dan Driver Online Jawa Timur melakukan donor darah untuk membantu korban teror bom gereja di Surabaya. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – TNI AL dan Perhimpunan Driver Online Indonesia (PDOI) beserta masyarakat melakukan bakti sosial donor darah di PMI Jalan Embong Ploso. Sebagai wujud mengkutuk keras aksi bom bunuh diri di Tiga Gereja di Surabaya yang dilakukan teroris, dan bentuk nyata dukungan moral kepada korban meninggal maupun yang terluka. Minggu Sore (13/05/2018).

Baksi sosial donor darah yang dilakukan spontan oleh TNI dan sekitar 100 driver online roda Dua dan roda Empat, untuk memberikan setetes darah mereka kepada korban bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Jalan Arjuna, Gereja Santa Maria Tak Bercela Jalan Ngagel, dan Gereja Kristen Indonesia di Jalan Diponegoro Surabaya. Agar mereka yang terluka dan kekurangan darah akibat aksi pengecut teroris dapat segera tertolong.

Humas PDOI juga menjelaskan bahwa aksi sumbang donor darah ini juga untuk menunjukkan sikap keprihatinan dan kepedulian kepada korban bom bunuh di Gereja Surabaya.

“Kita mau menunjukkan sikap prihatin kita dan kepedulian kita terhadap para korban teror bom yang terjadi di Surabaya pada Minggu pagi tadi, kita ajak teman-teman online roda dua dan empat untuk menunjukkan kepedulian mereka dan menyumbangkan darahnya”, ujar Daniel Rorong.

Akibat aksi teror bom gereja di Surabaya. PDOI dan paguyuban driver online lainnya mengambil sikap untuk membantu aparat keamanan memberantas terorisme agar tak terjadi lagi di Kota Pahlawan. Dengan melaporkan penumpang yang mencurigakan kepada aparat keamanan.

“Kita menghimbau kepada seluruh  driver online R2 maupun R4 yang mendapatkan penumpang  yang gerak-geriknya mencurigakan selama perjalanan, misalnya dia membawa tas ransel yang besar, lalu membawa koper yang besar, memakai rompi terus memakai jaket yang kelihatan tebal untuk kita curigai dan kalau perlu kita laporkan ke kepolisian kalau memang ada penumpang yang mencurigakan seperti ini”, jelas Daniel Rorong.

Hal senada juga diungkapkan bahwa melaporkan penumpang yang mencurigakan kepada polisi itu sangat diperlukan sebagai upaya kerjasama antara masyarakat dengan aparat keamanan untuk memberantas terorisme di Indonesia.

“Ini untuk mengantisipasi juga, untuk keamanan kita juga dengan situasi Surabaya yang tidak kondusif seperti ini, wajib kita mencurigai beberapa orang atau penumpang yang menurut kita mencurigakan”, tandas Ketua Paguyuban Online Jatim, Rendy Indra Lukmana.

Sinergitas antara TNI dan masyarakat termasuk PDOI sangat diperlukan kedepannya dalam memberantas aksi teror untuk mewujudkan menjaga keamanan dan kedaulatan Negara  Indonesia. Salah satunya TNI mendukung gerakan melaporkan penumpang angkutan online yang mencurigakan kepada aparat keamanan.

“Seluruh elemen masyarakat di Indonesia punya kewajiban untuk menjaga keamanan kedaulatan Negara Republik Indonesia. Saya rasa itu kegiatan yang positif sekali”, tandas Mayor Marinir TNI AL, Martin Manurung. (NE)