Sadarkan Dunia Aktivis Dengan Teater Aktivzm

Salah satu adegan teater Aktivzm yang menceritakan bahwa dunia aktifis itu merupakan pergerakan pengabdian pada kebenaran bukan kepentingan kelompok maupun golongan. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – Kondisi aktivis yang melempem belakangan ini karena dipenuhi beragam kepentingan dan menjual idealismenya kepada penguasa, sangat berbeda dibandingkan dunia aktivisme pada Orde Baru yang berorientasi tentang kebenaran. Digambarkan Totenk MT Rusmawan dengan menyutradarai pertunjukkan teater berjudul “Aktivzm” di gedung Cak Durasim. Rabu (11/04/2018).

Dibawakan oleh 25 pemain teater muda, Aktivzm menceritakan  aktivisme merupakan sebuah pergerakan pengabdian melawan kesewenangan penguasa maupun aktifis itu sendiri, Dan pertunjukkan tersebut dimaksudkan agar masyarakat paham bahwa siapapun yang melakukan tindakan otoriter dan melakukan kesewanangan haruslah dilawan.

Namun banyak pelaku aktivis yang lupa akan tanggung jawabnya kepada keluarga, dengan alasan mempertahankan idealismenya untuk terjun dalam perpolitikan Negara. Tentunya penggunaan logika semacam ini tidaklah sehat bagi dunia aktivis itu sendiri.

“Kita acapkali lupa apa yang sebenarnya menjadi tanggung jawab, alih-alih inging menyelamatkan kondisi bangsa dan Negara, malah justru semakin memperkeruh keadaan dengan konstruksi logika yang tidak sehat”, ujar Totenk.

Aktivzm bukanlah pertunjukkan teater untuk mengkritik dunia aktivis Indonesia secara umum, tapi memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pergerakan aktivis berorientasi kepada kebenaran bukanlah pada kepentingan kelompok maupun golongan.

“Saya harus garis bawahi, jika dikatakan mengkritisi aktivis saat ini tidak bisa di generalkan, tetapi memberikan penyadaran bahwa inti dari pengertian aktivis itu pada hakekatnya mengabdi pada kebenaran itu yang saya sampaikan”, tambah Pria berambut gondrong ini.

Pertunjukkan teater yang dibawakan Sanggar Lidi Surabaya ini, mendapatkan perhatian tersendiri dari warga kota Pahlawan. Sehingga 412 tiket yang disediakan panitia ludes terjual menjelang acara dimulai. (NE)