Raup Omset Puluhan Juta Dari Limbah Batik

1

Arlia Renasvati menunjukkan kalung batik kreasinya. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle  – Siapa sangka limbah pakaian ternyata dapat mendatangkan berkah tambahan bila diolah menjadi barang berguna seperti aksesoris busana agar tampak lebih menarik. Itulah yang dimanfaatkan Arlia Renasvati dengan membuat kalung dari sisa kain batik.

Ditemui saat acara Fashion and Craft Fair 2017 di Grand City. Perempuan yang juga anggota Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Surabaya, Mendapatkan rejeki tambahan dari kreasinya selain membuat busana batik untuk kaum Hawa. Dalam sebulan omset dari penjualan aksesoris batik ini mencapai puluhan juta Rupiah perbulannya.

“Dari penjualan kalung dan gelang batik ini, sebulannya bisa dapat 10 Juta Rupiah”, ujar Arlia.

2

Beberapa kalung batik karya Arlia Renasvati yang dipajang di stand IWAPI Surabaya dalam acara Fashion and Craft Fair 2017. Photo : Norman Edogawa

 




Kelebihan aksesoris batik ini sangat ringan ketika digunakan sebagai kalung dan gelang untuk menambah keselerasan busana batik yang menjadi salah Satu kekayaan budaya Indonesia. Namun dengan penjualan secara online, karya Perempuan ini diminati sampai Singapura.

“Kebanyakan besar by Online, jadi sudah kemana-mana terjauh sampai ke Singapura pembelinya, sekarang apa aja onine kita bisa mencakup se Indonesia, saya sudah mengirim ke semua”, tambah Wanita cantik ini.

Dengan memakai aksesoris unik  yang dapat digunakan acara formal maupun santai, tak menutup kemungkinan bisa menambah kecantikan pemakainya.  Pasalnya bebatuan seperti permata maupun emas menjadi pelengkap kalung maupun gelang dari batik tersebut. (NE)