Permainan Lintas Generasi

ererrrrrrr

Photo : Dok

Namaku Angel yang artinya malaikat dalam bahasa Indonesia, umurku delapan tahun, rumahku besar sekali. Penuh dengan fasilitas mewah. Aku nyaman bermain seharian di sini, semua kemauanku dituruti. Aku suka bermain gadget tanpa henti.

Sekarang, Aku sedang bermain tablet di kamar, permainan dandan di internet ini selalu membuatku ketagihan. Lihat deh bakatku yang merubah wajah jelek menjadi sangat cantik. Aku juga suka main masak-masakan secara online, pakai bahasa inggris. Karena bunda membiasakanku, jadi aku tidak mengalami kesulitan lagi. Teman-teman di sekolahku juga berkomunikasi dengan bahasa asing. Kami jarang memakai bahasa Indonesia, menurutku bahasa Indonesia tidak keren, dan kuno.

Aku dan teman-teman jarang berkomunikasi secara langsung, sekalipun ketemu kita hanya bertanding untuk mendapatkan skor terbesar. Bunda bilang bahwa internet juga bisa membantu tugas belajarku, jadi aku malas kalau harus baca buku, tinggal ketik dan klik, maka jawabannya sudah ketemu.

“BRUKK” Suara apa itu? Sepertinya dari kamar mandi. Aku mengambil tongkat bisbolku yang berwarna merah muda, dan berjalan jinjit supaya tidak terdengar suara. Membuka pintu perlahan, tapi tiba-tiba terbuka sendiri. Astaga! seorang anak lelaki berperawakan tinggi, warna kulit kuning langsat, dengan kaos kumuh dikamarku. “Siapa kamu?” Dia terlihat masih bingung, dan menunjuk dirinya. “Namaku Wagiman. Kamu siapa?” Nama yang aneh, “Namaku Angel. Kenapa kamu bisa ada di sini? maling ya?” Tuduhku langsung.

“Astaghfirullah Hal’adzim, nggak boleh berburuk sangkah, Angel (bicara dalam logat jawa)” Cara bicaranya norak banget sih, “Cara manggil namaku tuh anjel, bukan angel (dalam bahasa jawa berarti susah.) Kamu norak deh!” Tapi dia malah ketawa, “Norak? Bahasa mana itu? Ini Indonesia ‘kan? Kenapa juga namanya susah begitu toh?” Aku mengernyit, “Kamu tuh nggak gaul. Udah keluar sana, aku mau main.” Aku mendorongnya keluar dari kamar mandi.

“Mau main apa emangnya?” dia berbalik ke arahku. “Di desaku aku sering main congklak, gobak sodor, petak umpet, enggrang, boi-boian, masih banyak lainnya.” Katanya lagi, “Permainan zaman kapan itu? Ini udah tahun 2016, mainnya gadget dong! lebih asik.” Dia senyum misterius, “Kalau gitu ikut aku perjalanan lintas generasi. Biar kamu tahu serunya permainan tradisional.” Tiba-tiba tanganku dipegang, dan tubuhku sakit banget seperti disayat-sayat, dan yang terakhir rasanya kayak didorong gerombolan rusa.

“Tenang, tadi kita melewati portal waktu. Kamu tahu orang zaman dulu? Mereka bisa menghilang dari penjara. Makannya orang asing nggak bisa ngalahin kita. Satu tombak biasa saja bisa menghancurkan satu tank perang. Keren ‘kan?” Aku nggak pernah tertarik sama cerita fiksi, tapi kali ini aku kagum banget sama cerita fiksi. Dan aku percaya, kisah ini beneran nyata.

“Perjuangan merdeka bangsa Indonesia itu luar biasa. Sebagai apresiasi, aku selalu pakai bahasa Indonesia dan daerah.” Aku menyesal, nggak berkomunikasi pakai bahasa ibu. Justru malah melestarikan budaya asing. Padahal bahasa Indonesia itu lebih enak didengar, dan juga lagu-lagu dengan bahasa Indonesia punya melodi yang lebih indah dari asing, arti liriknya lebih mudah dicerna.

“Kita sekarang ada di tahun 1975, dan disana rumah aku. Kamu lihat anak-anak yang main disana? Mereka teman-temanku.” Aku nggak nyangka, portal waktu beneran bisa nembus waktu. Eh tapi kok mereka main kayaknya seru ya? Ketawa-ketawa terus gitu?

kompas dot com

photo : kompas.com

Kalau di sekolah, waktu main kita cuman adu skor tertinggi terus yang kalah dapat hukuman, karena terlalu serius, kita jarang ketawa bareng gitu. “Mereka ada yang bermain benteng-bentengan, petak umpet, enggrang, dan lainnya. Ayo gabung, nanti aku ajarin.” Aku mengangguk.

Permainannya seru semua, tapi yang aku suka adalah engkle, karena di situ aku bisa belajar keseimbangan. Pakai enggrang juga bisa, tapi susah, butuh lebih dari sebulan buat belajar. Congklak, permainan ini kelihatan sederhana tapi penuh taktik, faktor keberuntungan juga menentukan kemenangan.

Boi-boian, Kita harus melempar bola ke sasaran yang akan dituju. Untuk membuat bola, gunakan kertas yang digulung kemudian diikat dengan karet gelang atau kita bisa menggunakan bola kasti. Setelah itu, kita mengumpulkan pecahan batu atau genteng yang nantinya akan disusun menjadi piramida.

Sehabis main kita ngumpul jadi satu lingkaran, ada yang berdebat tentang curang waktu main, taktik untuk menang, dan lainnya. Kita ngobrol satu sama lain sampai matahari mulai tenggelam, bagus banget pemandangannya. Lebih asik gini ya, main permainan tradisional bisa nambah banyak teman yang baik, biarpun mereka nggak gaul, tapi mereka seru abis. Nggak munafik, nggak egois, nggak sombong, kaya anak-anak abad 20.

Selain itu main bareng teman-teman bisa buat kita belajar pengalaman baru, sisi lain dari kehidupan. Kita bisa ngerasain arti hidup sederhana dan bahagia, karena selalu bersyukur kepada-Nya. Aku sadar, permainan dandan online cuma bikin otakku jenuh, nggak segar kayak sekarang. Dan juga, bagi yang ingin menemukan inspirasi, bisa mengulang masa lalu dan bermain permainan tradisional.

Permainan tradisonal akan mengasah otak kalian, respon reflek kalian terhadap masalah, dan selain itu kalian bisa punya teman untuk bertukar keluh kesah bersama. Asyik ya, aku jadi nggak mau pulang. Tapi, Wagiman justru maksa aku pulang, katanya nanti orangtuaku khawatir aku hilang. Jadi, pengalaman indah ini berakhir di sini, berakhir waktu kita nyanyi lagu-lagu anak nasional. Terima kasih ya, teman.

Sekarang aku sudah kembali ke rumah, semua gadget yang aku punya sudah aku jual, tentunya atas izin orang tua. Sekarang aku mempopulerkan permainan tradisional ke teman sekolah, dan tetangga. Hasilnya? Kita jadi bisa berinteraksi satu sama lain dengan sehat, juga jadi cepat tanggap dalam memahami materi sekolah.

Dan juga, mulai membudayakan rasa bangga terhadap negeri Ibu Pertiwi, Indonesia. Salah satunya dengan cara memakai bahasa Indonesia yang baik dan benar, tanpa embel-embel bahasa gaul atau istilah dalam bahasa inggris.

 

Written By : Nabilla Rizky (Admin)