Pelaku Ekonomi Kreatif Incaran Investor Asing

diskusi

Dimas Oky Nugroho (Memakai Kemeja Putih) saat menjadi pembicara di Diskusi santai Ekonomi Kreatif dan Perkembangan Digital : Sebuah Kesempatan dan Tantangan Untuk Indonesia. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – Di jaman informasi sekarang ini menjadi lahan emas bagi pengusaha ekonomi kreatif, karena semakin banyak pengusaha online lahir setiap Tahun tapi juga tidak sedikit yang gugur sebelum berkembang. Dan ini menjadi perhatian pemerintah untuk memberdayakan potensi anak Bangsa Indonesia agar tak tertinggal dengan Masyarakat luar negeri.

Hal ini menjadi bahan diskusi santai bersama media dan komunitas Bicara Surabaya bertema Ekonomi Kreatif dan Perkembangan Digital : Sebuah Kesempatan dan Tantangan Untuk Indonesia yang berlangsung di salah satu Cafe kawasan Jalan Walikota Mustajab, Senin (18/04/2016).

Diskusi yang berlangsung santai dan non  formal ini dihadiri pembicara Kuncarsono Prasetyo selaku Founder dan CEO Startup digital Hobinomik.com sekaligus marketing partner bukalapak.com Surabaya, Agus Wahyudi pengagas enciety.co yang pernah menjadi Pimpinan Redaksi Radar Surabaya dan Dimas Oky Nugroho, selaku Penggas Gerakan Anak Muda Punya Usaha (AMPUH).

Dunia usaha digital memang menjadi trend untuk sekarang dan puluhan Tahun kedepan, bahkan isunya cukup banyak investor asing tertarik untuk menginvestasikan dananya ke pelaku ekonomi kreatif, tapi karena mereka memiliki keterbatasan informasi guna melebarkan usahanya di Indonesia, sehingga mereka berkeinginan menggandeng pengusaha digital lokal agar dapat melakukan penetrasi usaha di Nusantara, tentunya Pemerintah harus perhatian terkait hal ini agar Pengusahaokal tidak dikuasai asing.

Hal ini diungkapkan Dimas Oky Nugroho. “Kebijakan sudah dilakukan Pemerintah antara lain dengan menurunkan suku bunga kredit ringan, tapi ada yang harus lebih dilakukan pemerintah yaitu perhatian kepada penguatan Human Kapital dan karakter modal sosial kepada pelaku usaha kreatif, dan memberikan fasilitas mereka untuk berkembang seperti tempat belajar, tempat bertemu, dan training yang mereka butuhkan, serta membuat regulasi untuk mengarahkan dan membuat sektor ekonomi ini lebih fokus”, ujar Pria yang juga menjabat Direktur Akar Rumput Strategic Consulting (ARSC) Jakarta ini

Pelaku ekonomi kreatif lokal memang menjadi incaran investor asing untuk melebarkan sayap usahanya di Indonesia, sudah saatnya Pemerintah aktif memperhatikan sektor ekonomi ini, jangan sampai anak bangsa yang bersemangat menjadi pengusaha berubah jadi boneka atau kacung di Negara sendiri. (NE)