Mengintip Produksi Bata dan Batako Ramah Lingkungan Dari Limbah B3

PRIA5

Head Of Marketing PT. PRIA menjelaskan ke Jurnalis bahwa sampah medis yang tak bisa diolah akan dibakar dan dihanguskan. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle –  Di kawasan Lakardowo, Mojokerto, Jawa Timur, terletak sebuah Pabrik Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) yang ramai dibicarakan media massa karena diduga menyebabkan pencemaran air di lingkungan sekitar sehingga menyebabkan warga mengalami penyakit gatal dan didemo oleh LSM Lingkungan agar segera ditutup operasionalnya.

Di kesempatan Bulan Ramadhan ini, Surabayastyle.com dan beberapa jurnalis dari 30 media massa Online serta cetak diberi kesempatan untuk mengintip proses pengolahan LB3 menjadi produk yang mempunyai nilai jual juga ramah lingkungan.

Memasuki jalan makadam sekitar 3 Kilometer dari Jalan Raya Lakardowo, sepanjang jalan yang masih belum beraspal tersebut terlihat asri dengan banyaknya tumbuhan dan pepohonan rindang. Tanaman tebu milik petani sekitar pun nampak tumbuh dengan baik.

PRIA2

Tanah terkontaminasi siap untuk diolah menjadi bahan produksi bata merah. Photo : Norman Edogawa

Memasuki area pabrik PT. Putra Restu Ibu Abadi (PRIA), Aneka limbah B3 seperti sampah bahan medis, tanah  terkontaminasi, kertas sisa, serta air keruh diolah menjadi bahan – bahan baku untuk produksi bangunan, diantaranya bata merah dan batako.

PRIA1

Bata Merah dari Limbah B3 yang siap dibakar dan dipasarkan. Photo : Norman Edogawa

Awak media diajak mengunjungi beberapa lokasi pengolahan limbah, diantaranya  lokasi pembuatan bata merah dari tanah terkontaminasi yang didatangkan dari Riau dan Pekanbaru.

“Pembuatan bata merah ini dari tanah terkontaminasi yang dicampur karbon dan gypsum. Kekuatannya mencapai K42 karena komposisi ada karbonnya juga “, urai Christine, Head of Marketing PT. PRIA.

Memiliki 350 pekerja yang 73% nya diisi  penduduk setempat, pabrik ini mampu menghasilkan 480 ribu bata merah berlogo PRIA dalam sehari.

 

PRIA4

Batako dari Limbah B3  siap dipasarkan. Photo : Norman Edogawa

Sementara pembuatan batako manual  yang menggunakan satu mesin untuk empat orang, satu shiftnya bisa menghasilkan 2000-3000 batako. Penggunaan multi block atau robot digunakan ketika bahan melimpah. Untuk pemasarannya sendiri sementara ini terbatas hanya untuk proyek besar seperti Tunjungan plaza dan Citra Land, meskipun harganya murah namun memiliki kualitas sangat bagus.

Dengan luas area 10 Hektar, 3,8 Hektar dari area ini terpakai sebagai lokasi produksi. Diantaranya gudang pengolahan bahan medis sisa sampah rumah sakit, stok penampungan bottom ash, gudang pembuatan bata merah, gudang pembuatan batako, gudang pengolahan kertas, serta gudang Waste Water Treatment Prosedure ( WWTP) yang berfungsi mengolah limbah cair menjadi air bermutu baku.

Di gudang WWTP ini,  bahan baku berupa air kotor dan limbah diproses untuk i bahan campuran pembuatan oli, dengan perbandingan 3 :1, air limbah itu diolah menjadi air bermutu baku.

“Fungsi air bersih untuk pengenceran, setelah tercampur air itu kemudian masuk ke Electro Kogulasi, yang menggunakan plat elektroda untuk memecah ion. Selanjutnya masuk filter press, endapan dan air akan terpisah kemudian airnya akan disaring tiga kali lewat penyaringan “, terang Christine.

“Kelebihan Electro kogulasi sendiri diantaranya efisiensi tempat dan biaya perawatan. Hasil filterisasi air ini biasa digunakan sebagai campuran bahan pembuatan oli. Untuk proses perawatan serta pengecekan mesin produksi sendiri dilakukan setiap Tiga bulan oleh tim laborat, dan Enam bulan sekali cek pemantauan lingkungan”, tambah Wanita cantik berjilbab modis ini.

Sedangkan limbah infeksius yang disimpan di gudang tepat gerbang  pintu masuk pabrik, jika tak dapat diolah makan akan dibakar sampai hangus dan abunya dikirimkan ke rekanan PT. PRIA yang telah mempunyai ijin mengolah limbah dari Rumah Sakit supaya tak menjadi berbahaya.

Begitu banyaknya  limbah B3  dari Jawa Timur yang harus diolah menjadi produk bernilai jual ekonomis, PT. PRIA juga mengajak warga sekitar untuk menjadi Reseller bata Merah dan Batako agar kemampuan finansialnya lebih baik dari sebelumnya  dengan tetap menjaga lingkungan. (ZO/NE)

 

.