Ketika Gunung Lawu Dihangatkan Lantunan Puisi Dan Lagu

fileski2

MAGETAN – Surabayastyle.  Alunan musik Jazz dari Siluet berpadu puisi yang dibawakan Fileski terdengar syahdu  dari panggung yang dibangun  di atas sumber mata air di Desa Sumber Dodol, Panekan, Magetan, Jawa Timur, Minggu (31/07/2016), dalam acara gelar seni “Kenduri Desa Kumandang” .

Suhu udara yang mencapai 12 derajat celcius  disertai hembusan angin dari Gunung Lawu pada malam itu terasa hangat karena lantunan lagu dan puisi dari Fileski yang berkolabrasi personil Siluet diantaranya gitaris Joko Murdianto, pianis Samuel Budiono, bassis Bagus Yan dan drummer Dading. Dan penonton pun menyaksikan hingga acara usai.

“Setiap kali saya berada di pegunungan, apalagi ada sumber mata air yang begitu jernih di belakang sini. Ini yang membuat saya selalu rindu suasana seperti ini, airnya jernih, embunnya juga murni. Berbeda dengan keseharian saya di Surabaya yang sesak karena polusi asap dari mesin-mesin. Lebih baik di desa, tak perlu pergi mencari gemerlap kota yang sudah penuh sesak” seru Fileski.

fileski1

Kolaborasi Fileski dengan para personil Siluet disambut antusiasme penonton yang tergolong masih awam dengan syair puisi dan jazz. Namun pembawaan karya yang didasari dari hati pasti bisa diterima dengan hati. Penonton begitu menikmati setiap komposisi yang disajikan hingga akhir acara.

Selanjutnya, Fileski menyanyikan lagunya yang direquest oleh penonton, yang sudah tidak asing lagi, berjudul “Hujan Pagi Ini”, mengajak penonton untuk bernyanyi bersama, meskipun terdengar lamat-lamat karena gemuruh hembusan angin yang kencang. Namun lagu ini bisa terselesaikan dengan indah. “Sepertinya para penonton banyak yang LDR seperti kisah di lagu ini, hehehe.” Ujar Fileski

“Biasanya saya dalam membawakan puisi sering memakai konsep musik balada dengan pilihan chord yang tidak rumit dan cenderung disebut “Pertunjukan Sunyi”, namun kali ini bersama Siluet saya mencoba mengawinkan antara jazz dan puisi. Hasilnya di luar dugaan, dua genre seni yang esklusif dipadukan ternyata tetap bisa diapresiasi dengan baik oleh penonton. Format ini bakal lanjut di panggung-panggung festival budaya berikutnya. Terimakasih atas kesempatan dan apresiasi masyarakat desa Sumber Dodol, kopdar mobil retro se-Jawa-Bali, promotor event Pekatik, dan mas Honggo dkk.” kata Fileski dengan gembira memecahkan kebekuan lereng gunung Lawu malam itu.

Penulis  : Fileski