Jamhadi : Tiap Tahun Mudik Gratis Mengalami Penurunan Penumpang

Ketua Kadin Surabaya dan beberapa wakil perusahaan dan aparat keamanan memberangkatkan 21 bis yang mengangkut penumpang mudik gratis dari lapangan Perhutani unit II Jawa Timur. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, memberangkatkan 21 bis yang mengangkut pemudik ke beberapa daerah tujuan di Jawa Timur dari lapangan kantor Perhutani Jatim. Rabu (13/06/2018). Program mudik gratis seperti ini untuk tahun depan, jumlah penumpang diprediksi akan menurun beberapa persen karena banyaknya pihak yang melaksanakan acara mudik gratis menjelang lebaran dan meratanya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di sejumlah wilayah.

Jamhadi, Ketua Kadin Surabaya menjelaskan bahwa selain banyaknya intansi pemerintah maupun swasta yang menggelar program mudik gratis sebagai sebuah penghargaan kepada pekerja karena mempunyai peranan dalam pergerakan roda ekonomi di Surabaya. Peningkatan pembangunan di Jawa Timur khususnya 9 dari 38 Kabupaten dan Kota menjadi salah Satu penyebabnya menurunnya angka pemudik tiap tahunnya.

“Kalau Kabupaten dan kotanya itu maju, penduduknya tidak perlu cari pekerjaan di Surabaya, jadi prediksi Saya selaku pelaku usaha nantinya jalur mudik akan dilalui yang jauh-jauh yang secara perekonomiannya masih tertinggal”, ujar Jamhadi.

Daerah Gerbang Kertasusila, jember dan Banyuwangi, beberapa wilayah sudah terhubung dengan jalan tol sehingga peningkatan pembangunan dirasakan oleh penduduknya, sehingga jumlah pemudik dari Surabaya menuju ke beberapa wilayah di daerah ini mengalami penurunan karena di kotanya tersedia lapangan kerja yang mencukupi. Namun bis mudik gratis untuk tujuan Bondowoso, Siitubondo, Pacitan, Trenggalek, jumlah penumpangnya masih stabil seperti tahun sebelumnya karena penduduknya banyak yang mengadu nasib di Surabaya dan sekitarnya.

“Lalu yang diserbu dalam arus urbanisasi di tahun depan ini itu adalah yang UMK nya sama dengan Surabaya, buat apa mereka ke Surabaya wong UMK nya sudah didapat dari kota lain yang di ring 1. Ini bagus sebetulnya kebijakan dari pak Gubernur Jatim maupun Kabupaten kota yang menempatkan UMK nya itu tinggi di sekitaran Surabaya, ini akan membuat urbanisasi yang masuk Surabaya makin sedikit”, tambah Jamhadi.

Meski mengalami penurunan penumpang tiap tahunnya, acara mudik gratis yang sudah ke 21 digelar Kadin Surabaya masih diminati masyarakat yang ingin mudik ke kampung halaman tanpa biaya dan aman sampai tujuan. seperti Jumaati yang sudah Kelima kalinya mengikuti program ini.

“Enak, gak bayar, aman tiap tahun ikut, kalau bisa makanannya ditambahin”, jelas Perempuan asal Jember ini. (NE)