Indonesia Bisa Maju Asal Jangan Ganggu Pancasila

dialog1

Wakil Gubernur Jawa Timur bersama Pemuda Katolik serukan Jangan Ganggu Pancasila. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle –  Toleransi dan semangat kekeluargaan serta semangat gotong royong yang menjadi ruh dari Pancasila semakin ditingkatkaan supaya Indonesia menjadi salah satu Negara yang berpengaruh di Dunia, seperti yang diinginkan para pendiri bangsa. Namun generasi saat ini seakan lupa akan makna simbol dari Burung Garuda yang menaungi Lima Sila untuk menyatukan pluralisme warga Indonesia. Hal tersebut menjadi pokok bahasan dialog Kebangsaan bertajuk Jangan Ganggu Pancasila  di Universitas Widya Mandala Surabaya dan dihadiri Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, Syaifullah Jusuf, Minggu (12/06/2016).

Wagub Jawa Timur  menjelaskan dalam pidatonya di hadapan 100 orang yang menghadiri dialog kebangsaan dalam rangka memperingati Hari lahirnya Pancasila pada 1 Juni lalu, bahwa Pancasila jika diterapkan dapat menginspirasi Dunia.

“Kita ini Plural ada macam-macam Suku, Agama, Bahasa. Kita harus bersyukur selama ini bisa bertahan sebagai sebuah Bangsa, dan kita punya pemersatu namanya Pancasila, sehingga harus dijaga dan dirawat”, ujar Gus Ipul.

Wagub Jatim yang diundang untuk membuka dialog kebangsaan ini juga menambahkan bahwa Pancasila menjadi inspirasi Dunia sebagai model Demokrasi.

“Kita ini perlu menjadikan Pancasila untuk membuat program semua kalangan baik Pemerintah atau non Pemerintah,misalnya program bersumber kepada nilai Ketuhanan Yang Maha Esa, jadi bisa berdampingan dengan pemeluk Agama lain.Yang Kedua Kita harus memperjuangkan Kemanusiaan karena menjadi nilai penting untuk menghadirkan keadaban, sehingga tidak muncul diskriminatif jadi memanusiakan Manusia”, tambah Pria yang gencar mengkampanyekan Kopi Indonesia tersebut.

dialog2

Syaifullah Yusuf Wakil Gubernur Jawa Timur memberikan pidato saat dialog kebangsaan bertema Jangan Ganggu Pancasila. Photo : Norman Edogawa

Dialog kebangsaan bertema Jangan Ganggu Pancasila yang dihadiri semua kalangan, diantaranya Pemuda Katholik, Pemerintah yang diwakili Wagub Jatim, Akademisi, Aktifis ini bertujuan untuk membumikan Pancasila walau selama Indonesia merdeka dari penjajahan, simbol Negara tersebut implementasinya belum maksimal karena masih terjadi kesenjangan dimana-mana.

dialog3

Rektor Universitas Widya Mandala (pakai batik) bersama Wakil Gubernur Jawa Timur. Photo : Norman Edogawa

Kuncoro Foe, selaku Rektor Universitas Widya Mandala menerangkan bahwa persoalan Negara ini menjadi PR besar yang harus diselesaikan bersama-sama, karena ada anggapan bahwa ekonomi menjadi jawaban atas segala permasalahan yang ada, ternyata tidak bisa menyelesaikan kesenjangan yang tak sesuai dengan Sila Kedua dan Keempat.

“Saya pikir melalui momen ini Kita harus terus menggulirkan Pancasila melalui media sosial sebagai penyeimbang gimana caranya Pancasila membutuhkan Kita  (Warga Indonesia) supaya Dia bener bisa bergaung,supaya keadilan sosial itu bisa terwujud”. Urai Kuncoro Foe.

Di Negara maju jarang sekali digelar upacara bendera tiap minggu, namun jiwa nasionalis mereka tertanam baik di hatinya, berbeda dengan Indonesia dimana setiap awal Minggu, di Instansi Pemerintahan dan Sekolah selalu diadakan Upacara bendera, tetapi kurangnya rasa memiliki dan mencintai Bangsa ini menjadikan Indonesia seakan berjalan mundur yang tidak sesuai harapan Pancasila.(NE)