Harga Rokok Naik Penderita Kolesterol Menurun

KOLETEROL

Warga Surabaya memeriksa kandungan kolesterolnya dalam acara Nutrive Benecol. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – Meningkatnya sekitar 30 %  jumlah penderita penyakit kolesterol, jantung dan Stroke di usia muda, menurut penelitian riset Departemen Kesehatan, dan salah Satunya disebabkan rokok. Menjadi bahasan Spesialis jantung dan pembuluh darah RS. Dr. Soetomo yaitu Dr. Agus Subagjo, SP, JP(K), FIHA, FasCC di depan puluhan Orang yang menghadiri acara Indonesia Tangkal Kolesterol Bersama Nutrive Benecol di Dyandra Expo, Minggu (21/08/2016).

Kandungan nikotin tinggi pada rokok yang dapat menyebabkan kolesterol, penyakit jantung dan stroke itu mudah terpicu pada kurangnya aktifitas seseorang. Apalagi jika sering mengkonsumsi makanan berlemak yang mengandung kolesterol jahat. Untuk itulah Indonesia memerlukan gerakan tangkal kolesterol agar masyarakat dapat produktif dan memberikan sumbangsih kepada Negara.

Untuk itulah Dr. Agus Subagjo, SP, JP(K), FIHA, FasCC setuju dengan kenaikan harga rokok agar penderita kolesterol menurun di kemudian hari. Cuma Pemerintah harus bijak membuat keputusan tersebut.

“Populasi Kita di masyarakat kadar kolesterolnya meningkat seiring ekonomi yang baik daripada dulu, sehingga Saya setuju kalau ditinjau kamacata kesehatan agar harga rokok dinaikkan, supaya penderita kolesterol tidak semakin meningkat”. Ujarnya.

Tak hanya rokok saja penyebab meningkatnya penderita kolesterol, perkembangan Teknologi Informasi yang makin canggih juga menjadi penyebabnya.

“Sekarang ini bukan perkara diet aja, perkembangan IT orang banyak main gadget, sehingga geraknya kurang. Itu memberi kontribusi peningkatan kadar kolestrol, metabolisme tidak dibakar tapi ditumpuk regulasi tubuh kita, ini bahaya,” katanya.

Untuk itulah warga Indonesia perlu mengantisipasi bahaya kolesterol dengan lebih aktif bergerak, sehingga penyakit tidak mudah datang karena gemar berdiam diri sambil bermain gadget.

“Kita perlu memodifikasi aktifitas sehari-hari dengan berjalan kaki lebih banyak, seperti  beralih menggunakan kendaraan pribadi dengan angkutan umum, naik tangga daripada menggunakan lift”, ujar DR. Mochammad Fadjar Wibowo, MMedSc GH, selaku Pimred Klikdokter.com