Gus Ipul Belajar Dari Penyanyi Ida Laila

Penyanyi legendaris Ida Laila (Tengah)  tersenyum ketika melihat Gus Ipul memutar lagu Siksa Kubur dari ponsel pintarnya. Photo : Norman Edogawa 

Surabayastyle – Calon Gubernur Jatim, Saifullah Yusuf menjenguk Ida Laila, penyanyi dangdut legendaris tahun 1960-an yang sedang menderita penyakit komplikasi di rumahnya. Jalan Kanser Nomor 2 Surabaya. Kedatangan Cagub Nomor urut 2 ini bakal memperhatikan kehidupan seniman agar di masa tuanya bisa hidup nyaman dan tentram. Kamis (29/03/2018).

“Kami akan memberikan dukungan pendanaan untuk kesehatan, dan juga untuk yang lain-lain, seniman itu tetap diperhatikan”, kata Pria yang akrab disapa Gus Ipul.

Seperti diketahui pasca kepopuleran seorang artis di Indonesia, tidak sedikit yang hidupnya berbeda dibandingkan saat terkenal. Sehingga Gus Ipul dan Puti Guntur Soekarno akan membuat program agar kelak seniman seperti Ida Laila bisa hidup layak di masa tuanya.

Kedatangan Gus Ipul ke rumah Ida Laila, selain untuk menjenguk mantan penyanyi melayu tersebut, juga untuk belajar tentang konsistensi menjalani sebuah profesi dengan totalitas dan menjadi pribadi yang tak berubah di saat populer maupun sudah tidak terkenal di kemudian hari.

“Kita tahu beliau populer di jamannya, tetapi ya gak neko-neko (aneh-aneh), tapi juga pada saat yang sama bisa membangun keluarga dengan baik, beliau bahkan tidak merasa berbeda pada saat dia populer maupun pada saat tidak populer lagi, bahkan pada saat setelah jaman berganti beliau banyak diundang juga di berbagai tempat untuk memberikan nada dan dakwah” urai Gus Ipul.

Selain belajar dari seniman sepuh, Gus Ipul juga ingin mendengar dari seniman muda, agar kedepannya persoalan mengenai pelaku seni dapat ditemukan solusinya.

Ida Laila yang dikarunia Lima anak, 10 cucu dan Dua cicit, dulunya terkenal di jaman orde baru dengan lagunya berjudul “Siksa Kubur, Pergi Tanpa Pesan, Keagungan Tuhan, dan Sepiring Berdua”. Setelah tak aktif memberikan ceramah agama karena sakit kolesterol, asam urat, dan diabetes, kini hanya bisa menjalani kesehariannya diatas kursi roda, dibantu Mulyono sang suami tercinta dan beberapa anaknya. (NE)