Buta Oleh Harta

hh

photo : Dok.

Wahai kawanku

Tidak ‘kah terdengar olehmu

Jeritan kelamku yang terbelenggu

Berisi isak tangis pilu

 

Kau tidak tahu

Atau kau tidak peduli

Kisah-kisah pilu tak berderu

Perkutut muda takkan mengerti

Alasan manusia datang memburu

 

Berhunuskan tombak panjang

Sangkar nan megah mengikat sayap

Bersiul nyaring memandang garang

Energimu hilang menguap

 

Pahamilah walau sedetik

‘Tiap purnama yang kau lewati

Senja yang telah membutakanmu

Dari indahnya embun pagi

 

Sahabatku, teman hidupku

Bukalah kelopak matamu

Akan harta benda nan melimpah

Aku bukanlah sampah

Kau buang begitu saja

Bak intan berlian tak berharga

 

Sadarilah kepalsuan dunia

Menjebak kalbu menjadi dosa

Kau yang lugu kini hina

Terpikat oleh setan dalam dada

Kembali dan rubah semuanya

Sebelum hilang dan sia-sia

 

Puisi Karya : Nabilla Rizky 

Puisi bertemakan Rindu ini berkisah tentang orang buta karena harta, dan lupa pada arti sosial. Sahabat menjadi monster pemburu kenikmatan duniawi. Lupa akan adanya balasan surgawi. Rumah megah telah mengikatnya pada dosa, sangat mengerikan.

Manusia memang tidak ada yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik-Nya. Tapi tetap saja, kita harus mengingat tujuan hidup. Uang bisa membahagiakanmu, tapi sahabat yang mengajarkan kebenaranlah dapat menuntunmu pada-Nya, pada kesenangan abadi karena akhlak baik. (NBA)