Cegah Anak Dari Informasi Intoleransi

Dien Syamsuddin (Tengah)  didampingi Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Photo : Dok

Surabayastyle – Menjelang tahun politik 2019, kebebasan berpendapat, berekspresi dan berkumpul menjadi dalih untuk menghujat dan mencaci maki pihak tertentu melalui media sosial. Jika ini dibiarkan maka perselisihan tersebut akan memberikan dampak negatif pada generasi bangsa. Ini menjadi perhatian tersendiri bagi Dien Syamsuddin yang menjadi pembicara di acara pengajian akbar bertema Membangun Generasi Milenial Yang Berahlak Mulia di parkir Selatan SD Muhammadiyah 4 Pucang (Muhdipat) Surabaya. Sabtu (07/04/2018).

“Itu dijamin UUD 1945, baik itu Freedom Of Speech maupun Freedom Of Expression. Kebebasan berpendapat dan berkumpul dan berserikat. Namun kecenderungan semacam ini terutama pada tahun politik menjelang pilpres khususnya itu bernuansa kuat sekali pro kontranya itu. Jadi kuat sekali warna dialektika kedua kutub yang berbeda sama sekali. Kemudian saling tidak menyerang, apalagi dengan adanya media sosial yang itu menjadi ramai sekali hiruk pikuk semacam ini”, ujar Dien Syamsudin.

Mantan ketua umum Muhammadiyah ini juga menambahkan bahwa hiruk pikuk politik di media sosial nerupakan pemanasan jelang pemilihan Presiden Republik Indonesia. Namun pro kontra tersebut harus lebih mengedepankan etika dalam berdemokrasi.

“Nah selama dialektik itu tidak saling serang menyerang secara vulgar, secara tidak etis, saya kira hal biasa dalam berdemokrasi. Demokrasi, keterbukaan, termasuk kebebasan berpendapat berekspresi itu dijamin Hak Asasi Manusia, dijamin UUD 1945 tetapi tetap dalam koridor etika, etika itu ditekankan oleh Agama. Saya yakin anak-anak bangsa ini tidak suka dengan cara tidak etis”, tambahnya.

Sementara itu Kepala Sekolah Muhdipat Surabaya , menghimbau kepada orang tua agar mengawasi anaknya untuk tidak terpengaruh dinamika politik yang mengarah ke Intoleransi melalui media sosial. Dengan cara tidak memberikan handphone yang terkoneksi internet, karena kecanggihan teknologi informasi sekarang ini seperti pisau bermata Dua. Bisa berdampak negatif maupun positif, dan siswa sekolah belum waktunya menerima dampak negatif dari penggunaan internet untuk masa tumbuh kembangnya.

“Jadi seperti di sekolah kita ini, di SD Muhammadiyah Pucang Surabaya, anak-anak dilarang membawa hand phone apapun alasannya, jadi kami sangat melarang anak-anak membawa HP karena efeknya itu”, ujar Edy Susanto. (NE)