Blues Mates Kenalkan Single Kedua Di Panggung Alternatif

Blues Mates kenalkan single Kedua di Old Wood Bar and Bistro. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – Menjamurnya Pub and Lounge di Surabaya menjadikan tempat baru bagi musisi untuk unjuk kebolehan di depan khalayak selain di panggung. Tentunya ini sinyal positif bagi band dengan kualitas baik agar dikenal luas, termasuk Blues Mates yang merilis single Kedua berjudul Rintihan Asmara di Oldwood Bar and Bistro Jalan Nias Surabaya. Sabtu (25/11/2017).

Ketika Single kedua dinyanyikan band beraliran blues modern ini, tak sedikit puluhan pengunjung menggoyangkan kepalanya mengikuti iringan musik. Padahal selama ini jarang sekali rumah hiburan maupun cafe berani mengundang band dengan jenis musik anti mainstream untuk menghibur pengunjungnya.

Pengungjung menikmati musik blues sambil nongkrong bersama teman. Photo : Norman Edogawa

 

Blues Mates tak menyangka bahwa pengunjung cafe seperti di  Oldwood menyukai musik yang tidak pasaran, tentunya ini menambah semangat mereka untuk terus memberikan hiburan di tempat makan dan di cafe lainnya. Bahwa musik blues itu bukan hanya untuk orang tua, dengan sentuhan musik kekinian, aliran musik tersebut juga dapat dinikmati anak muda.

“Kita ini dalam rangka menghidupkan kembali gitu loh, kita ini kan rencananya mau ngeluarin single Kedua gitu loh, mulai sekarang kita itu coba refresh lagi ke orang-orang nama blues mates”, ujar sang vokalis Novan Hardison.

Novan Hardison bersama  Rio Fredic (Keyboard), Kentus (bass)m Yessi (guitar, dan Refly (drum) berencana akan terus manggung dari cafe ke cafe lainnya untuk mempromosikan single Keduanya, setelah melihat animo masyarakat Surabaya sangat menikmati musik blues selain di panggung.

“Kita ingin menunjukkan bahwa blues itu bukan musik orang tua yang identik dengan orang tua, musiknya oldies segala macem, bukan seperti itu. Kita disini itu mencoba untuk mengemas musik blues dengan nuansa ada popnya ada juga rocknya”, tambah Novan.

Pengunjung pun mendapatkan kesempatan berfoto bersama dengan Blues Mates. Photo : Norman Edogawa

 

Old Wood Bar and Bistro  menghadirkan Blues Mates untuk menghibur pelanggan setianya sebagai panggung alternatif bagi mereka diantara persaingan musik digital serta industrial yang digemari masyarakat. Semoga dengan  langkah semacam ini pecinta musik dapat mengetahui secara langsung bahwa diluar sana masih ada band berkualitas dengan musikalitas bagus untuk didengarkan atau ditonton sambil menikmati suasana malam bersama teman dan kerabat.

“Saya pengen mengangkat namanya apanya, Indonesia ini sudah mati yang namanya seniman musik, saya kira gimananya bilang mati atau ngga, tapi jaman segini itu susah mendapatkan tempat. Saya ingin mendapatkan musik rock n roll musik blues khususnya. Di warung kita (Old Wood) biar berjalan dengan baik dengan adanya Blues Mates”, urai Managemen Old Wood, Doncil.

Kedepannya Old Wood juga akan mengundang band lain dengan jenis musik berbeda, agar musisi Surabaya mendapatkan panggung sendiri untuk bermain dan menghibur orang lain. Karena di jaman sekarang seniman musik anti mainstream bisa dikatakan sedang mati suri. (NE)