Balada Kalimas Wujudkan Wisata Air Surabaya

balada kalimas2

Walikota Tri Rismaharini dan Wawali Surabaya didampingi Ketua DPRD Kota dan Komunitas RAR menabur benih ikan asli sungai Kalimas. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle -Impian warga Surabaya untuk memiliki wisata kali layaknya Venesia dengan gondolanya bakal terwujud dalam waktu dekat. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bakal segera merealisasikan Kalimas sebagai pusat wisata air pusat kota.

Ini disampaikan Risma usai tabur benih ikan bader, kuthuk, dan belut sebanyak 10 ribu ekor di aliran Kalimas, tepatnya didi utara Monumen Kapal Selam (Monkasel) Pasoepati, Sabtu (28/05/2016) sore.

Selain itu, Risma juga sempat melihat aktivitas pengukuran baku air Kalimas dengan pengampilan sampling lumpur serta pelepasan hewan air ke lumpur. Selain itu, pemungutan sampah di aliran sungai.

Tak hanya masyarakat biasa, puluhan perahu Korps Marinir ikut mendukung rangkaian kegiatan lingkungan itu, yang menjadi bagian event Balada Kalimas.

“Kita sudah keruk Kalimas, selain itu pembersihan. TadiĀ  menabur ikan. Yang Kali Brantas (di Surabaya) juga kita keruk. Kita monitor terus air buangan industri,” tutur Risma.

Mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini akan menguatkan pariwisata di air di Kalimas. “Terkait pariwisata akan kita perbanyak perahu untuk rekreasi,” rincinya.

Pejabat asal Kediri ini menyebut ada perusahaan operator seluler yang siap membantu perahu berenergi listrik untuk menguatkan wisata air di Kalimas.

“Untuk water front city bukan membuat kota baru. Namun bagaimana kita manfaatkan air sebagai tempat wisata. Seperti di Kenjeran juga menjadi tempat wisata,” tukasnya.

balada kalimas6

Walikota dan Wawali beserta Ketua DPRD Surabaya bersama Komunitas Rek Ayo Rek. Photo : Norman Edogawa

Ketua DPRD Surabaya Armuji yang ikut menebar benih ikanĀ  mengulas sejarah silam Kalimas. “Saat masa pemerintahan kerajaan Ujung Galuh, Kalimas dulu merupakan pusat pelayaran dan rekreasi. Melalui kegiatan Balada Kalimas ini, kita ingin masa keemasan, masa kejayaan Kalimas terulang,” harap Armuji.

Penasihat Komunitas Peduli Surabaya Rek Ayo Rek (RAR) ini mengapresiasi pengukuran baku air, penebaran benih ikan serta pembersihan Kalimas. “Benih ikan ditebar juga untuk mengukur, menguji kualitas air. Kalau beberapa bulan kedepan ikan hidup dan besar, tentunya akan banyak orang mancing,” urainya.

Politisi PDIP ini juga mengapresiasi keberadaan personil Korps Marinir yang ikut mendukung kegiatan Balada Kalimas yang menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-723. “Ini (Balada Kalimas) mengenang kembali keemasan Kalimas, sungai yang membelah Kota Pahlawan,” sebut Armuji mendampingi Tri Rismaharini serta Wakil Wali Kota Wisnu Sakti Buana.

Ketua Kamar Dagang dan industri (Kadin) Surabaya jamhadi mengaku bangga dengan keberadaan Komunitas di Surabaya yang tanpa diperintah telah memberikan dukungan dan apresiasi pada Kota Surabaya.

“Tidak tanggung-tanggung, seperti acara Balada Kalimas ini event keroyokan antara DPRD Surabaya dengan Komunitas Peduli Surabaya Rek Ayo Rek. Minggu sebelumnya, Komunitas Rek Ayo Rek gelar Festival Pantai Kenjeran dengan mengadakan bakar ikan dua ton di Taman Hiburan Pantai Kenjeran. Ikan dibeli dari nelayan, ibu-ibu nelayan dilibatkan dalam pengolahan ikan. Betul-betul upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat pesisir,” ungkap Jamhadi.

Jamhadi tidak menampik peran luar biasa akademisi dari 50 perguruan tinggi negeri dan swasta, pebisnis yang diwakili Kadin, komunitas seperti Rek Ayo Rek dan lainnya, serta pemerintah (government). “Jika A, B, C, G (Akademisi, Business, Community, Goverment) sinergi hasilnya akan luar biasa. Bisa undang wisatawan. Terlebih jelang Prepcom UN Habitat, Juli mendatang,” harapnya.

Direktur Komunitas Nol Sampah Wawan Some berharap Balada Kalimas dengan kegiatan tebar benih ikan ini bisa menjadi embrio wisata tebar benih ikan sekaligus merangsang dan besarnya wisata air Kalimas.

balada kalimas4

D’Gembels pencipta lagu Kalimas mengajak warga Surabaya bernostalgia. Photo : Norman Edogawa

Dalam acara ini, dimeriahkan juga dengan band yang menjuarai festival Kenjeran beberapa waktu lalu, dan D’Gembels mengajak warga Surabaya yang berkumpul di Skate Park dan BMX bernostalgia dengan lagu lawas milik mereka salah Satunya berjudul Kalimas.

Kemeriahan tak hanya sampai disitu saja, pesta kembang api yang dinyalakan di patung Sura dan Baya, membuat suasana malam minggu di Sungai Kalimas semakin semarak, apalagi dengan tampilnya band musik diantaranya Miracle Band, Princess Band, Macan Band dan ditutup penampilan Red Spider.

balada kalimas5

Red Spider tampil sebagai band pamungkas Balada Kalimas. Photo : Norman Edogawa

Ketua DPRD Kota Surabaya saat akan mengakhiri Balada Kalimas, mengutarakan keinginannya mewadahi kreatifitas musisi Surabaya agar terus berkarya.

“Saya akan mewadahi kreatifitas musisi Surabaya, asal jangan minum (mabuk) dan jauhi narkoba”, ujarnya diatas panggung disambut tepuk tangan penonton. (NE/PND)