Asyiknya Bermain Kuis Dengan Aplikasi Kapoocino

KAPOCINO2

Aplikasi Kapoocino yang masih tersedia di Google Playstore dan kedepannya bisa diunduh di Appstore karena banyaknya permintaan. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – Tak ingin hanya menjadi pemakai media sosial yang dibuat luar negeri, Empat Pemuda Surabaya menciptakan Kapoocino, yang memiliki keunggulan tersendiri dibanding aplikasi seperti Bigo, Beetalk dan sejenisnya. Karena mengajak penggunanya bermain dan berinteraksi sehingga tak terjebak dalam keasyikan bermedia sosial dan berakibat yang dekat menjadi jauh.

Ide awal pembuatan Kapoocino oleh Achmad Izaag, Edouardo Tantular, Fendy Mahatma Putra dan Bahtera Kurniawan ini bermula dari pengamatan Mereka yang melihat  banyaknya pengguna smartphone asyik dengan Gadgetnya sendiri walau sedang berkumpul bersama, sehingga tidak ada komunikasi yang terjalin. Seperti sebuah kalimat mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.

“Kita membuat aplikasi ini berawal saat nongkrong di Cafe dan melihat banyak Orang asyik sama Smartphonenya padahal Mereka sedang kumpul bersama, maka itulah Kami menciptakan Kapoocino”, ujar Achmad Izaag yang menjadi Chief Marketing Kapoocino.

KAPOCINO1

Ocha Elissa menunjukkan Aplikasi Kapoocino ke temannya. Photo : Norman Edogawa

Akhirnya Keempat Pemuda asli Surabaya ini berkeinginan menciptakan aplikasi yang dapat merubah kondisi tersebut dengan menambah pertemanan melalui permainan kuis yang dikemas menyenangkan. Dimana terdapat beragam pertanyaan dalam setiap kategori seperti Movie, Music, Holiday, Cullinary, Cappucino Fun Day, Celebrity, Technology, Sport, dan lainnya. Sehingga pengguna bisa membuat pertanyaan sesuai keinginan dan menjawab pertanyaan dengan pilihan ganda. Keunikan aplikasi ini terletak pada jawaban yang diajukan dalam kemasan Video, jadi ketika menjawab salah atau benar, maka respon yang dimunculkan pemberi pertanyaan bisa berbeda dan membuat tersenyum maupun tertawa.

KAPOCINO4

Keempat pendiri aplikasi Kapoocino. Photo : Norman Edogawa

Dibuat sejak Mei 2016 dan dikenalkan ke Publik pada 1 Agustus 2016, saat konferensi pers di salah Satu Cafe kawasan Jalan Dharmahusada Indah Surabaya. Aplikasi unik ini telah diunduh hampir 3.000 pengguna.

“Melihat potensi pengguna Android yang cukup besar di Indonesia, Kami yakin Kapoocino disukai karena selain Friendly Use, aplikasi ini asli buatan Surabaya”, ungkap Edouardo Tantular, alumnus LJMU Liverpool.

KAPOCINO3

Pendiri Kapoocino menunjukkan bagaimana cara membuat kuis. Photo : Norman Edogawa

Selain materi kuis yang beragam, penambahan maskot seperti Kaps, Poc dan Ino yang bisa di Redempt Point ,menjadikan interaksi antara pemberi pertanyaan dan si penjawab semakin atraktif.

Kedepannya, aplikasi buatan Anak Negeri ini memberikan chanel khusus Online Shop yang bisa dibuat dan dikelola sendiri oleh User agar tidak Spam di Channel lainnya.

Kapoocino yang sementara ini bisa diunduh di Google Playstore  bila digunakan di dunia pendidikan dengan membuat chanel sendiri, maka bisa dimanfaatkan para Guru untuk memberikan pelajaran alternatif di luar jam sekolah.