31 Perempuan Lintas Profesi Pamerkan Karya Lukis

Fandi Utomo menorehkan cat di atas kanvas 31 Pelukis Perempuan dalam rangka merayakan Hari Kartini 2018. Photo : Norman Edogawa

Surabayastyle – Dalam rangka memperingati hari Kartini. 31 Perempuan lintas profesi dan umur menjadi seniman lukis dan memamerkan karyanya di Hotel Singgasana Surabaya mulai 11 April hingga 20 Mei 2018. Pameran bertema Metamorfosis juga mendapat perhatian dari politisi sekaligus pemerhati seni Fandi Utomo.

“Ini sangat menginspirasi, harusnya bisa menginspirasi seluruh Perempuan di Indonesia untuk menjadi lebih bebas didalam mengekspresikan dirinya”, ujar Fandi Utomo.

Kebebasan berekspresi 31 Perempuan lintas profesi dan dituangkan di atas kanvas, merupakan hal yang berimplikasi luas dalam bidang politik, sosiologi dan budaya. Dan tema Metamorfosis kali ini diharapakan kedepannya bisa berdampak positif melalui proses trasformasi.

“Saya lihat ada Satu lukisan menggambarkan kupu-kupu dan wanita telanjang yang sedang berubah, itu menggambarkan bagaimana metamorphosis itu tidak hanya terjadi pada mahluk yang ditakdirkan bermetamorfosis tetapi juga pada manusia”, tambah Fandi.

Politisi ini juga mengharapkan seluruh fasilitas pariwisata seperti hotel dan sebagainya, dapat memberikan ruang untuk seniman lukis agar memamerkan karyanya.

Sementara itu pihak panitia menjelaskan bahwa Ke 31 Perempuan dari lintas profesi ini, memang bukanlah seniman lukis sejati. Namun siapapun orangnya jika mempunyai Sebuah karya itu juga bisa disebut sebagai seniman. Sehingga karyanya layak untuk dipamerkan meskipun dia pelukis pemula.

“Seniman asli kayak apa, bagi Saya semua itu punya karya itu seniman, punya karya Satu saja sudah seniman, sama dengan kita punya profesi guru , gak ada murid itu bukan guru biarpun pun satu murid itu tetap guru, jadi kalau pun anda bilang seniman asli seniman nggak bagi saya nggak ada, biarpun pemula dia punya karya, ya seniman”, kata Ketua Panitia Ida Fitria.

Hotel Singgasana menggelar pameran lukisan karya berbagai pelukis, sebagai wadah agar seniman lukis mempunyai tempat dan ruang untuk memamerkan karyanya kepada masyarakat luas. Dan hal ini telah dilakukan sejak tahun 2006.

“Kita bikin Satu agenda untuk mewadahi seniman yang ada di Jawa Timur, dan juga meningkatkan komunitas ini menjadi komunitas yang solid, jadi menyatukan seniman yang ada di Jatim”, pungkas Budhu Guntur Iriansah, selakuGeneral Manager Hotel Singgasana. (NE)