107 Prajurit Lanjutkan Misi Perdamaian Di Lebanon

koarmatim

Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto memeriksa kesiapan prajuritnya sebelum berangkat ke Lebanon. Photo : Le Zoahn

Surabayastyle – Guna melanjutkan misi perdamaian Dunia di laut Lebanon. Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur  Pangarmatim) Laksamana Muda (Laksda) TNI Darwanto didampingi Ketua Daerah Jalasenastri Armatim Ina Darwanto. Kamis (11/08/2016)  Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-I/UNIFIL TA. 2016 dengan Komandan Satgas (Dansatgas) yaitu Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo. Resmi diberangkatkan dari dermaga Madura Koarmatim.

Satgas Maritim TNI Kontingen Garuda (Konga) XXVIII-I/UNIFIL TA. 2016 merupakan Satgas MTF( Maritim Task Force )  ke-9 yang akan menggantikan personel Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-H/TA. 2015, dengan Dansatgas Kolonel Laut (P)Yayan Sopiyan, bersama KRI Bung Tomo-357 yang telah menjalankan misi dengan sukses sejak keberangkatannya pada 27 Agustus tahun lalu.

Yang membedakan satgas MTF kalini dengan satgas pendahulunya adalah sebanyak 107 orang berangkat ke Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI menggunakan pesawat, setelah beberapa Tahun sebelumnya diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KRI.

Upacara pemberangkatan sendiri akan dilakukan 25 Agustus mendatang di Bandara Halim Perdana Kusuma, jakarta oleh Panglima TNI.” Meraka akan diserah terimakan jabatan di Lebanon, karena kebijakan pemimpin dicoba kapal yang ada di sana, crew nya yang ganti. Saya sudah melaksanakan kunjungan ke sana, dimana sebetulnya sudah relatif aman. Namun ada di beberapa tempat utamanya di daerah – daerah perbatasan perbatasan laut maupun darat. Sehingga untuk mencegah terjadinya penyelundupan senjata, tugas kita melaksanakan pemeriksaan kapal yang akan masuk ke wilayah Lebanon “. Terang  Laksda TNI Darwanto.

Menurut Pangarmatim, pertimbangan pemberangkatan lewat udara juga menjadi alasan tersendiri, sebagai efisiensi.” Dengan kapal tetap disana, mudah – mudahan perbaikan tidak terlalu mahal. Oleh karena itu penyiapan kapal tahun lalu betul – betul sudah optimal. Sehingga kalau ada hal yang perlu perbaikan tidak terlalu signifikan.Di sisi lain juga untuk mempertahankan kondisi prajurit kita, dengan menggunakan pesawat otomatis mereka tidak akan capek di jalan. Karena perjalanan dengan KRI membutuhkan waktu cukup lama sekitar 37 hari, kita adalah pasukan MTF terjauh”. Terangnya.

Selama setahun sebanyak 107 orang pasukan pilihan siap mengemban tugas. 93 Prajurit KRI, 7 crew heli, 1 personel Kopaska, 1 personel penyelam, 1 personel Perwira Penerangan, 1 personel Perwira Psikologi, 1 personel Perwira Intelijen, 1 personel dokter, dan 1 personel Perwira hukum. (ZO)